Pocari Sweat Run

Ini kali kedua saya mengikuti acara lari mahal Pocari Sweat Run. Dikatakan mahal karena memang biaya untuk mengikuti acara lari dengan brand ambassador Melanie Putria ini dari tahun ketahun selalu di atas harga event lari pada umumnya. Tahun ini, pendaftaran Pocari Sweat Run 2016 dibandrol dengan harga sebesar IDR 450K untuk kategori 21,1 K (Half Marathon), IDR 300K untuk kategori 10K, dan IDR 250K untuk kategori 5K. Saya sendiri mendaftar untuk kategori 5K namun lari untuk kategori 10K. Detail cerita kenapa ini bisa terjadi, ada di bawah. Pada intinya, kecuali tempat start yang baru, tidak terlalu banyak hal special pada acara Pocari Sweat Run 2016, seluruhnya sama seperti acara serupa tahun lalu. Satu hal yang membuat Pocari Sweat Run 2016 masih diminati adalah kesan mewah dan penyelenggaraan acara yang hampir dapat dipastikan selalui baik dan rapi, di atas rata-rata penyelenggaran event lari lainnya.

Detail Perlombaan

Seperti yang disebut di atas, Pocari Sweat Run 2016 terdiri dari tiga kategori, 5K, 10K, dan 21K. Kategori 21K (Half-Marathon) merupakan kategori yang baru tahun ini diadakan. Pada tahun sebelumnya, kategori yang ditawarkan hanya 5K dan 10K. Garis Start/Finish bertempat di Wisma Arion Dirgantara, sekitar 200 meter dari Patung Dirgantara, Pancoran. Jujur saja, kalau bukan karena acara Pocari Sweat Run 2016, saya yang sudah bertahun-tahun tinggal di daerah Kuningan Jakarta, tidak akan tau keberadaan wisma ini.

Untuk kategori 21K, peserta diajak berlari menyusuri kawasan Jl. Gatot Subroto, berbelok kearah Jl. Rasuna Said, kemudian menyusuri hampir seluruh bagian Jl. Prof. Dr. Satrio dimana looping pertama dilakukan sebelum akhirnya kembali ke Jl. Rasuna Said menuju area Setiabudi. Setelah itu, pelari menuju Jl. Imam Bonjol, Jl. Latuharhari, lalu kembali ke Jl. Rasuna Said melewati kawasan pasar festival, sebelum akhirnya kembali ke Jl. Gatot Subroto.

Map_Raceguide_PSRunJakarta2016

Rute Untuk kategori 10K hampir sama dengan 21K, namun peserta hanya diajak looping di depan Mal Ambasador di Jl. Prof Dr Satrio, dilanjutkan lari ke arah Epicentrum, dan kemudian kembali ke Jl. Rasuna Said sebelum akhirnya kembali ke Jl. Gatot Subroto. Sedangkan kategori 5K, peserta hanya menyusuri sedikit bagian Jl. Rasuna Said dan kembali ke arah Jl. Gatot Subroto.

Map_Raceguide_PSRunJakarta2016

Map_Raceguide_PSRunJakarta2016

Joki Lari Karena Keadaan

Saya mendaftar dan tercatat sebagai peserta untuk kategori 5K. Padahal sebenarnya ingin mengikuti kategori 21K. Namun bagi saya, biaya pendaftaran Pocari Sweat Run 2016 ini terlalu mahal, tidak sebanding dengan prestige event tersebut. Sampai pada akhirnya teman kantor saya menawarkan BIB 10K yang dibeli oleh teman isterinya. Dia menjelaskan, sebenarnya teman istrinya tersebut ingin berpartisipasi pada kategori 5K, namun pendaftaran untuk kategori tersebut sudah ditutup. Sehingga saya ditawari untuk berganti kategori. Tanpa pikir panjang, saya langsung setuju. Bukan sesuatu yang pantas dicontoh.

NB: di Garmin saya ternyata total jarak untuk kategori 10K hanya 9.89K.

Rute Membosankan

Untuk pertama kalinya Pocari Sweat Run diadakan di daerah Gatot Subroto dan Kuningan Jakarta. Tahun sebelumnya acara ini diselenggarakan di daerah Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD, Tanggerang. Jujur saja, menurut saya rute Pocari Sweat Run 2016 ini membosankan. Jalur Jl. Rasuna Said yang merupakan 80%  dari keseluruhan rute adalah track latihan saya biasanya, baik short maupun long-run. Sehingga, pada saat harus berlari di Jl. Rasuna Said, saya merasa cukup bosan.

Namun saya yakin hanya sebagian kecil yang mengatakan jalur Procari Sweat Run 2016 ini membosankan. Karena selain Jakarta Marathon, setau saya tidak ada event lari lain yang menggunakan Jl. Rasuna Said. Bahkan saya tidak pernah sebelumnya menemukan event lari di daerah Jl. Prof. Dr. Satrio dan Epicentrum.

Lari Mewah

Kemewahan acara Pocari Sweat Run 2016 sudah terasa sejak mengambil racepack di FX Mall Sudirman. Booth Pocari Sweat dibuat cukup besar diisi dengan tempat registrasi yang luas, crew-crew yang hilir-mudik membantu proses pendaftaran, ditambah dengan beberapa stand sponsor lain. Ditengah-tengah booth Pocari Sweat Run 2016 dijadikan tempat pembawa acara untuk membahas teknik safety running, yang selama ini menjadi jargon Pocari Sweat Run.

Namun sayang, kemewahan Pocari Sweat Run 2016 tidak berlaku pada racepack yang didapat. Selain running tee bermerek Adidas, tidak ada yang special dan menarik pada racepack yang diberikan. Semua pemberian racepack tidak ada yang saya gunakan, selain running tee tentunya.

Terkait running tee Adidas ini sebenarnya masih tanda tanya bagi saya. Selama perlombaan, penyelenggara mencoba mengangkat segala yang bertemakan Jepang, karena produk Pocari Sweat sendiri berasal dari negara matahari tersebut. Bisa dilihat dari gate Start/Finish line yang dibuat menggunakan tema arsitektur bangunan tradisional Jepang. Kembali ke topik running tee Adidas, kenapa Pocari Sweat Run 2016 tidak bekerja sama dengan sport apparel Jepang agar masih ada benang merah “Jepang”. Berbagai alternative sport apparel dari Jepang yang ternama antara lain seperti Mizuno dan Asics. Atau mungkin Pocari Sweat sudah ada kontrak dengan apparel Amerika ini?

PSR 2016 Finish

Macet dan Tidak Steril

Satu hal yang paling sensasional dari Pocari Sweat Run 2016 adalah macet yang berhasil ditimbulkan. Dari awal saya sudah memprediksikan bahwa acara ini akan menimbulkan kemacetan yang cukup lumayan besar, karena jalur Jl. Gatot Subroto yang menghubungkan dengan Jl. Rasuna Said akan ditutup sementara waktu.

Meskipun dilangsungkan di hari Minggu, namun jalur ini cukup ramai dilalui di akhir pekan. Betul saja, sesaat setelah Start, saya sudah melihat tumbukan kendaraan, dari kejauhan saya dengan klakson kendaraan seperti marah dengan kami yang mengikuti acara lari ini. Malam harinya saat saya posting foto event ini di Instagram, seorang teman membalas “ini acara yang bikin pancoran kemarin hari minggu macet parah yak!!”. Saya hanya membalas “bukan itu si Komo lewat”. Sempat kepikiran, kemacetan ini sengaja diciptakan oleh Pocari Sweat untuk menjadi bahan pembicaraan di masyarakat. Meminjam konsep lari yang dibuat oleh produsen sport apparel terkenal dari Amerika Serikat. Tapi kalau ini benar, cukup mengecewakan, metode yang menyusahkan orang dan bukan karakter Jepang sekali menurut saya.

Karena diadakan di daerah yang cukup padat, dibeberapa bagian course peserta harus berbagi tempat dengan pengendara kendaraan bermotor. Hal ini sebenarnya berbahaya bagi untuk keselamatan pelari maupun pengendara. Jadi aneh menurut saya, pada saat acara Pocari Sweat Run 2016 ini menggunakan jargon safety running agar terhindar dari risiko cidera, tapi malah pelari dipaksa untuk bersebelahan dengan kendaraan bermotor dan terekspos kepada risiko yang lebih besar lagi.

Catatan Waktu

Saya finish dengan catatan waktu 1 jam 27 menit untuk kategori 10K (yang berdasarkan Garmin saya hanya 9.89K). Bukan catatan terbaik saya, tapi mengingat saya sudah sangat jarang latihan, mungkin catatan waktu ini tidak terlalu buruk tapi cukup memalukan untuk diposting disini.

PSR 2016 Garmin (1)

 

PSR 2016 Garmin (2)

Header and Course images: http://www.pocarisweat.co.id/run/

Follow and Like