Runforiever

Ini kali pertama saya untuk mengikuti Runforiver UI Half Marathon sejak diselenggarakan pada Desember 2012 dan juga ini kali pertama saya lari di kota Depok. Runforiver UI Half Marathon 2015 (Runforiver 2015) merupakan acara lari yang diadakan oleh Mapala Universitas Indonesia (UI) sebagai bentuk media dalam meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan dan aksi nyata dalam melestarikan sungai Ciliwung.

Dikutip pada situs resminya, pada penyelenggaraan tahun ini, seluruh biaya pendaftaran yang dibayar oleh peserta didonasikan 100% untuk program adopsi sungai. Dengan menggandeng Komunitas Peduli Ciliwung (KPC) Depok, Runforiver 2015 bertujuan mewujudkan proyek percontohoan Taman Ciliwung, serta upaya revitalisasi Danau Universitas Indonesia yang merupakan Subdas Ciliwung.

Secara umum, seluruh rangakaian Runforiver 2015 tertata sangat baik. Walaupun tujuan utama sebagai media dalam meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan, hal ini tidak menjadi alasan untuk tidak maksimal dalam menyelenggarakan acar lari Runforiver 2015. Berbeda dengan penyelenggaraan event lari untuk kegiatan sosial lainya yang pada umumnya hanya diselenggarakan seadanya.

Detail Perlombaan

Terdapat tiga kategori perlombaan pada Runforiver 2015, yakni 5k (open dan close), 10k (open dan close), dan 21k (close). Pada kesempatan ini saya mengikuti kategori 21k close.

Race dimulai tepat di bagian depan Balairung yang merupakan landmark kampus Universitas Indonesia (UI), Depok. Selanjutnya pelari pada kategori 21k diajak mengitari hampir seluruh gedung fakultas UI, Stadion kampus, taman kampus, Stasiun Universitas Indonesia, sampai akhirnya kembali ke Balairung. Cut-off-time untuk seluruh kategori adalah 3.5 jam.

21k10k 5k

Rindang dan Mendaki

Kawasan kampus UI yang banyak dipenuhi dengan pohon rindang membuat suasana lari menjadi tidak terlalu terik dan menyengat. Ini sangat membantu mengingat kota Depok cukup panas menjelang siang. Terlebih pada saat di km-7 sampai dengan km-17, pelari melintasi taman kampus UI yang banyak dipenuhi dengan pepohonan. Namun sayang, di tiga kilometer terakhir, suasana terik panas matahari kota Depok sudah mulai terasa karena sedikitnya pohon pada beberapa kawasan fakultas di UI.

Hal lain yang menarik pada race course Runforiver 2015 adalah track mendaki yang cukup banyak. Walapun tidak terlalu curam, namun track mendaki pada Runforiver 2015 cukup panjang. Bagi saya ini menjadi arena latihan yang menantang mengingat di kondisi track seperti ini sangat jarang ditemui di jalanan Jakarta, khususnya bagi saya yang sehari-hari berlari di kawasan Kuningan, Sudirman, Thamrin, dan sekitarnya.

Hampir tidak ada nilai minus yang berarti untuk urusan kesiapan panitia dalam menyelenggarakan acara. Mulai dari pengaturan parkir sejak jam 4 pagi, flag off, water station, sampai dengan pemberian refreshment bagi finisher, semuanya berjalan dengan baik.

Namun satu hal kecil yang menurut saya menjadi nilai kurang adalah race course. Terlalu banyak looping disepanjang 21k. Bagi saya pribadi, saya kurang suka dengan race course yang terlalu banyak me-looping dengan belokan u-turn karena bisa sangat membosankan, apalagi kalau sudah berjarak lebih dari 3 km sampai dengan 4 km. Tapi saya tidak yakin banyak yang bisa dilakukan untuk meminilasir banyaknya looping dengan keterbatasan area.

Catatan Waktu

Saya finish dengan catatan waktu 2 jam 48 menit. Catatan waktu ini merupakan Personal Best (PB) saya untuk kategori Half-Marathon. Uniknya, beberapa peserta yang saya temui langsung ataupun memalui percakapan di media sosial, menceritakan banyak dari mereka yang juga meraih PB di ajang Runforiver 2015 ini. Kesimpulan saya, dengan track yang sangat asri, rindang, dan sejuk, Runforiver bisa dijadikan event bagi yang ini meraih PB baik di kategori 5k, 10k, maupun 21k.

Screen Shot 2015-11-07 at 10.25.03 AM

Sumber gambar race course: http://runforiver.com/

Follow and Like