Semar 2

Butuh lebih dari empat bulan sebelum akhirnya saya menulis pengalaman lari saya di Sentul Half Marathon (SEMAR) 2016, yang dilangsungkan tanggal 27 Maret 2016 silam. Bukan karena tidak sempat atau butuh waktu yang lama untuk menulis pengalaman ini, namun saya sempat berpikiran untuk tidak menulisnya sama sekali. Alasannya sederhana, di acara SEMAR 2016 ini saya mencatatkan waktu Half Marathon saya yang terburuk selama mengikuti event lari. Saat itu saya membutuhkan 3 jam 43 menit untuk menyelesaikan 21 k. Catatan waktu ini bahkan lebih buruk terburuk disbanding Half Marathon pertama saya tahun 2012 di acara Jakarta Marathon. Namun, lama-kelamaan saya merasa perlu untuk mengulas event SEMAR 2016 seperti event-event lari lain di blog ini, terlepas dari catatan waktu saya.

Detail Perlombaan

SEMAR 2016 memperlombakan dua kategori yakni Half Marathon (21 k) dan 10 m. Start/Finish dilakukan tepat di depan Sentul International Convention Center. Pada kategori 21 k, pelari di ajak melewati Rumah Sakit Pertamedka, Pagar Segar, Masjid Agung Jabal Nur, sebelum akhirnya looping di Masjid Al-Munawarah menuju Taman Budaya Sentul City. Sedangkan pada kategori 10 k, looping dilakukan setelah melewati Masjid Agung Jabal Nur. Pada panduan lari yang diberikan, dikatakan para pelari akan diajak untuk menikmati lari dengan elevasi 396 meter.

SEMAR 2016 10 K SEMAR 2016 21 K

10 K Pertama

Ini merupakan lari pertama saya di daerah Sentul dan memang daerah ini cocok sekali untuk lari maupun bersepeda. Suasana lintasan aspal yang mulus dan berukuran besar ditambah banyaknya pepohonan membuat 10 k pertama SEMAR 2016 sangat menyenangkan. Puncaknya pada saat memasuki area perumahan mewah Sentul yang rindang dan sejuk. Sepanjang jalan saat itu, tanjakan menjadi tidak berarti. Meskipun saya berlari di bawah pace saya biasanya, tapi saya berhasil mengatur tempo lari tanpa harus mengeluarkan effort yang besar.

Semar Group Photo 1

Meskipun sepanjang 10 k pertama sudah terdapat beberapa tanjakan, namun elevasi tanjakan-tanjakan tersebut tidak terlalu besar. Selain itu, bisa dibilang hanya sedikit tanjakan dengan track yang panjang. Deretan rumah mewah berhasil membuat saya lupa akan jarak yang sudah saya tempuh dan berapa jauh lagi dari garis finish. Memasuki KM ke- 11 dan 12, barulah perlahan-lahan situasi berubah.

Panas dan Mendaki

Selepas melewati daerah perumahan mewah, keadaan berbeda 180 derajatpun menyambut. Panas matahari berada pada puncaknya, yang ada di depan mata hanya aspal. Pohon-pohon disebelah kiri dan kanan jalan tidak mampu membendung panas Sentul siang itu. Ternyata disaat ini lah elevasi 396 meter yang disebutkan itu terjadi. Lintasan pada KM 12 sampai 15 dipenuhi dengan track mendaki dan turunan yang panjang.

Disekitaran Taman Budaya Sentul City saya dihadapkan dengan turunan yang sangat curam dan panjang. Dari seberang saya lihat pelari yang sudah looping mendaki tanjakan yang sama. Strategi saya saat itu adalah lari secepat mungkin pada saat turunan, sehingga pada saat tanjakan kalaupun saya harus berjalan tidak terlalu membuat catatan waktu saya terlalu buruk. Singkatnya saya berhasil lari disetiap turunan, dan sesuai prediksi saya hanya bisa berjalan di tanjakan yang kira-kira sepanjang 200 sampai dengan 300 meter. Sejujurnya tanjakan SEMAR 2016 ini bukanlah yang tanjakan yang paling menyeramkan yang pernah saya lalui. Sebelumnya saya sudah pernah melalui tanjakan technical trail Gunung Gede Panggrango dan 25 k Samosir. Namun kondisi saya yang sebelumnya tidak pernah lagi long run sebelum mengikuti SEMAR 2016 ini membuat saya tidak bisa menjaga stamina dan nafas. Suatu pelajaran berharga.

Kembali ke cerita lintasan, setelah melewati tanjakan panjang dengan berjalan, saya tidak mampu lagi untuk berlari dengan jarak lebih dari 200 meter. Yang bisa saya lakukan pada saat itu untuk bisa menjaga catatan waktu adalah dengan melakukan lari interval. Skema pada saat itu adalah lari 100 meter berjalan 100 meter. Namun sayang, interval ini tidak bertahan lama, pada saat saya mengetahui track mendaki masih banyak namun panas Sentul tidak mereda. Konsentrasi dan stamina saya sudah terkuras, saya hanya bisa berjalan sejak KM ke-18. Bahkan beberapa kali saya berhenti sejenak dikarenkan saya muntah beberapa kali. Saat itu saya sudah berpikir untuk berhenti berlari dan membulatkan tekad apabila ada ambulance dari belakang, saya memutuskan untuk evacuate saja.

Namun dari belakang datang menyapa Mas Sugi, teman saya seorang kapten kapal yang juga mengikuti kategori 21 k. Sepanjang sisa 3 km mas Sugi tidak henti-hentinya menyemangati saya, mengajak untuk tetap bertahan dilintasan, dan dengan sesantai mungkin untuk menyelesaikan perlombaan. Mendapatkan semangat dan support memang first aid bagi setiap pelari. Lambat laun niat untuk menyerah hilang dan saya bisa mengatur stamina untuk berjalan dan sesekali berlari. Sampai akhirnya saya dapat menyelesaikan perlombaan dengan selamat.

Me and Mas Sugi

Catatan Waktu

Seperti yang saya sebutkan sebelumnya, saya finish dengan catatan waktu 3 jam 43 menit, hanya beberapa menit sebelum cut-off 4 jam. Ini merupakan catatan waktu terburuk saya untuk kategori Half Marathon. Sebenarnya track SEMAR 2016 ini tidaklah terlalu berat, cuma memang butuh latihan yang konsisten pada lintasan mendaki. Sayangnya, track mendaki tidak terlalu banyak di sekitar Kuningan dimana saya latihan, dan saya terlalu malas untuk ke gym melatih otot paha dan lutut. Namun satu yang pasti, tahun depan saya akan kembali ke Sentul untuk memperbaiki catatan waktu.

Garmin Course and Time

Garmin Elevation

Course images: www.justrunlah.com

Follow and Like